Thursday, March 07, 2013

Indonesia di Hadapan Dunia yang Rakus

Kebutuhan batubara dunia terus meningkat. Banyak analis menyebutkan permintaan batubara tergantung pada harga minyak dan pertumbuhan ekonomi negara Asia khususnya China dan India. Faktor lain akibat pengurangan penggunaan tenaga nuklir serta banyaknya pembangkit listrik menggunakan tenaga air yang mulai tutup

Awicaksono (dikutip dari ASW - Deadly Coal – the Series oleh JATAM)
dcs3 dcs5
Pada tahun 2012 angka kebutuhan atau permintaan batubara dunia mencapai 900 juta ton. Permintaan terbesar masih dari negara-negara Asia. Yakni Jepang 123,8 juta ton, India 118,4 juta ton, China 113 juta ton, Korea Selatan 91,4 juta ton, dan Taiwan 62,4 juta ton. Permintaan yang cukup besar juga datang dari Eropa sebesar 132,2 juta ton, dan permintaan dari pasar spot sebesar 238,8 juta ton.
Indonesia bukanlah negara dengan cadangan batubara terbesar di dunia. Data ESDM cadangan batubara Indonesia sebesar 28 miliar ton atau hanya 3,3% dari cadangan batubara dunia yang mencapai 826 miliar ton. Namun anehnya Indonesia memasok 31 persen dari permintaan batubara dunia tahun 2012 atau sebesar 280 juta ton. Tahun 2011 ekspor batubara mencapai 248 juta ton.
Terus melayani dunia yang rakus. Seolah tidak pernah lelah dan malah meningkat terus. Tahun 2013 merujuk keputusan Menteri ESDM nomor 2934 Kl30/MEM/2012 dimana prediksi produksi batubara mencapai 366 juta ton dan 20,30 persen untuk kebutuhan domestik artinya 292 juta yang akan terserap (ekspor) untuk permintaan batubara dunia.
Jelas tren produksi batubara Indonesia menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Melihat hal ini, adalah wajar kalau publik melihatnya sebagai praktik politik penjarahan. Suatu kejahatan yang terbungkus dan dilegalkan oleh produk-produk kebijakan serta hukum yang diterbitkan secara tidak demokratis.
Permintaan pasar dunia akan batubara akan terus ada dan tumbuh. Jika tidak bijak menyikapi hal ini Indonesia akan jatuh terpuruk. Dari negara pengekspor batubara menjadi negara pengimpor batubara. Ketahanan energi dan kedaulatan Indoensia makin terancam. Ekspoitasi batubara berlebih juga menimbulkan banyak persoalan. Kerusakan lingkungan, konflik, dan kekerasan sebagaimana dilaporkan media massa dan berbagai lembaga masyarakat sipil.
Demikian juga laporan lembaga negara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Data menunjukan dari tahun 2009 hingga 2012 korban kekerasan terus bertambah seiring dengan meningkatnya konflik diberbagai daerah. Tercatat 52 korban meninggal, 64 korban tertembak, 604 ditangkap/ditahan, 321 dianiaya. Konflik tersebut meliputi tidak kurang dari 500.372 hektar luas lahan dan 69.975 kepala keluarga (KK).
Presiden SBY yang memegang dua penghargaan prestisius atas kepemimpinannya dalam Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) dan USABC 21st Century Economic Achievement. SBY yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin inovatif dan berpikir di luar kebiasaan harusnya dapat membaca hal ini. Belajarlah dari kesalahan masa lalu dalam pengelolaan minyak dan gas. Indonesia butuh pemimpin yang berani melawan dunia yang rakus.

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

1 comment:

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)