Showing posts with label angry. Show all posts
Showing posts with label angry. Show all posts

Saturday, October 06, 2012

Siasat Kasat Bangsat Laknat

Percayalah, popularitas SBY di titik nadir saat ini! Pengepungan KPK oleh aparat kepolisian merupakan bentuk pembangkangan, dimana SBY sama sekali tidak menunjukkan (keberanian dan ketegasan) sikapnya. Titik nadir popularitas SBY adalah titik berangkat bagi rakyat semua untuk yakin bahwa jabatan-jabatan di struktur kekuasaan, yang semestinya adalah amanat kita semua ternyata terang-terangan dikangkangi oleh para petinggi kepolisian... "To protect and to serve?" My goodness! Wake up, dude! You protect and servicing your own ass…! Dan SBY? He's busy composing a new song, "To protect and to serve my own image…"

Awicaksono
sumber: Tribun Pontianak

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Saturday, September 08, 2012

Apa yang Dipikirkan Koruptor?

Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agaknya tidak menjadi persoalan bagi mereka yang beredar di seputar kekuasaan untuk tetap melakukan korupsi. Demikian halnya dengan kehadiran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga tidak mengurangi nafsu menjarah duit Negara. Bahkan korupsi dilakukan berjama’ah. Apa yang dipikirkan mereka yang tetap bernafsu melakukan korupsi?

Awicaksono

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Sunday, March 11, 2012

Sulapan Tak Bermutu

Penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu ibarat kartu truf rejim SBY-Boediono dan Partai Demokrat. Pada saat pemberitaan media massa utama menyorot terus-terusan ke skandal Wisma Atlet serta Hambalang, yang memojokkan Partai Demokrat, maka kartu truf baru dimainkan. Sebuah taktik usang yang sangat jahat….

Awicaks

Sumber gambar

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Tuesday, February 28, 2012

Menyangkal, menyangka, menyang-menyangan (a la Cinta Laura)

“Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!” “Tidak!”

Awicaks

menyangkal

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Monday, October 17, 2011

Indonesia, republik kaya yang rawan bencana dan diurus berdasarkan poll survai citra

Pulau-pulau pembentuk Republik Indnesia berlimpah kekayaan alam, baik terbarukan maupun tidak terbarukan. Kelimpahan akibat karakter geomorfologi yang sangat dinamik dan terus bergolak tumbuh (kecuali Kalimantan). Sehingga model pengurusan wilayahnya harus memperhitungkan peluang bencana ekologik, tidak hanya mengeruk sumber-sumber kekayaan alam. Sayangnya rejim pengurus negeri ini tidak berpikir ke situ. Yang diurus hanya citra dan hasil-hasil survai dan pol belaka. What a shame!

Awicaks

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Saturday, October 15, 2011

Kocok-ulang kabinet: Epen kah?

Di Papua terkenal ungkapan, “Epen kah?” yang merupakan akronim dari ‘emang penting kah’. Saya kira langkah sang Presiden peragu saat ini dengan mengocok-ulang kabinetnya bukan perkara penting bagi rakyat. Sepanjang dua periode kepemimpinannya semua keputusannya tidak ada satu pun yang penting, karena rakyat bekerja sendiri menjamin keselamatannya, bahkan bisa dikatakan sesungguhnya rakyat justru yang menyubsidi negara.

Awicaks

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Saturday, February 05, 2011

Gerombolan para pecundang di Senayan

Awicaks
Mereka yang menyebut dirinya anggota dewan yang terhormat, pemakan gaji buta yang berasal dari uang rakyat, tidak lebih dari segerombolan pecundang yang bernaung di bawah bendera partai-partai politik. Kemampuan mereka tidak lebih dari sekedar memamerkan politik tawuran. Sistem politik dan demokrasi di Indonesia telah menyuburkan kawah candradimuka bagi lahirnya politikus yang kian hari kian jernih menampakkan perilaku rakus, pengecut dan tidak tahu diri.

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Sunday, January 30, 2011

Istana DPR dan Rumah Rakyat

Jaya Suprana | Opini | Kompas | 29 Januari 2011

Semua faksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah berhasil meraih kesepakatan dan ketekadan bulat untuk membangun gedung baru dengan anggaran Rp 1,3 triliun.

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Wednesday, January 05, 2011

Kekejian politik demokrasi pasar bebas a la Indonesia

Awicaks

Sepasang warga Warga Desa Jebol, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jamhamid (45) dan Siti Sunayah (41) kehilangan enam anak mereka dalam waktu tiga hari karena keracunan tiwul. Tiwul adalah makanan yang dibuat dari ampas ketela, yang menurut pasangan itu, dibuat ketika keadaan ekonomi rumah tangga mereka sedang surut. | Kompas, 5 Januari 2010

Selanjutnya.. Sphere: Related Content

Sunday, July 11, 2010

Tuli, Buta, Mati Rasa, Lumpuh

Awicaks

Sudah empat bulan saya dengan sengaja membunuh keinginan untuk mengisi TitikDidih. Alasannya sederhana. Saya begitu muak dengan hiruk pikuk negeri ini. Rasanya hina bagi saya untuk menjebakkan diri memberi komentar-komentar yang sama sekali tidak ada artinya bagi gerombolan pemilik legitimasi mengurus Negara tetapi tidak memiliki rasa malu, pengecut dan beraninya hanya kepada rakyat jelata yang miskin, tetapi takut luarbiasa kepada para penguasa modal.

Negeri ini memang hebat. Perilaku pimpinan struktur kuasa Negara, birokrat, politikus, penguasa modal, serta begundal-begundal tukang pukul dan tukang bunuh for hire mampu membuat warga Indonesia secara sukarela menulikan telinga, membutakan mata, mematikan indera perasa serta melumpuhkan kaki dan tangan, atas nama keselamatan diri. Ini lebih ngeri dari Orde Baru, bung! Lebih sulit ditebak. Sang pimpinan yang gemar mencipta lagu dan menyanyi (yang hakekatnya adalah ungkapan mutu pribadi yang halus dan bercita rasa) bisa tidak ada urusannya dengan tindak pengurusan Negara yang menjerumuskan rakyat ke hidup sengsara berkelanjutan. Opo ora heibat?

Selanjutnya.. Sphere: Related Content